Electricity Lightning
Read more: http://ino-yasha.blogspot.com/2012/08/membuat-title-blog-pada-tab-bergerak.html#ixzz2rxGHbZqJ

Pria Perokok Indonesia Kedua Tertinggi di Dunia

KOMPAS.com — Dalam sebuah episode acara TV "Star Trek: The Next Generation" Kapten Jean-Luc Picard tertusuk di bagian dadanya,

Belanda, Negara dengan Makanan Paling Sehat di Dunia

KOMPAS.com — Belanda telah menciptakan pasar bagus yang memungkinkan orang untuk cukup mendapat makanan

Survei: Pengguna iPhone Terpintar, BlackBerry Terbelakang

VIVAnews - Sebuah survei tes asah otak online menunjukkan pengguna ponsel pintar yang paling cepat menyelesaikan soal-soal adalah pengguna iPhone

Tiga Tahun Lagi Facebook Diramalkan "Kiamat", Apa Sebabnya?

VIVAnews - Facebook. Situs jejaring sosial terpopuler di dunia itu diramalkan akan bernasib sama dengan Friendster dan MySpace.

Lima Tanda Bahwa Alien Benar-benar Ada

VIVAnews - Selama ratusan tahun, manusia terus bertanya-tanya, apakah ada kehidupan lain di luar alam semesta selain Bumi?

Jumat, 25 September 2015

PENANGGULANGAN BUKAN PELARANGAN

ROKOK DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT
Keberadaan rokok dalam kehidupan masyarakat sud
ah tidak bisa dipisahkan. Hampir setiap daerah kita dapat temukan rokok. Baik kota kecil maupun kota besar hingga daerah terpencil sekalipun. Hampir dalam setiap kesempatan, rokok hadir mengisi setiap ruang sosial. Dari kaum elite sampai gelandangan sekalipun.
Jumlah perokok di Indonesia dari tahun ke tahun selalu meningkat. Tak peduli jenis kelamin, baik pria atau wanita. Tak peduli usia, baik lansia, dewasa, remaja, bahkan anak kecil sekalpun. Tak peduli profesi, baik itu dosen, guru, preman, bahkan gelandangan maupun pengamen. Tak peduli situasi, baik saat acara resmi, kegiatan belajar mengajar. Dan tak peduli agama apapun itu.
Di dalam keluarga, sering orang tua melarang anaknya untuk merokok disertai dengan alasannya. Tetapi orang tuanya sendiri secara tidak langsung telah mengajarkan anaknya untuk merokok dengan cara merokok di hadapan anaknya sendiri dan meletakkan bungkusan rokoknya dengan sembarangan. Sehingga si anak sendiri ingin coba-coba untuk merokok. Kemudian, yang dulunya merokok adalah kebiasaan kaum pria, sekarang kaum wanita tidak mau kalah untuk ikut-ikut merokok. Saya tidak tahu alasan mereka merokok apakah salah satu bentuk emansipasi wanita atau tidak mau kalah keren dengan pria. Di dunia pergaulan, ada istilah tak merokok tak jantan. 4 kata yang menurut saya yang sangat unik. Sangat menyimpang dari tujuan Haji Djamari si penemu rokok yang awalnya untuk meredakan sakit tetapi oleh kaum muda dijadikan sebagai penyambung pergaulan. Di dunia profesi, merokok bukan hanya untuk kaum elite saja, tetapi kaum miskin tidak mau kalah dengan orang kaya. Bukan menabung uang untuk menyambung hidup dan meningkatkan kualitas kesehatan mereka tetapi malah membakar duit mereka dan menurunkan kualitas kesehatan mereka sendiri.
Agama manapun saya yakin tidak ada yang memperbolehkan umatnya untuk merokok. Tetapi yang kita lihat, di tempat-tempat ibadah, tidak jarang kita menemukan ada orang merokok di sekitarnya. Pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung masih ada juga beberapa guru yang merokok di hadapan siswanya. Hal ini membuktikan rokok sudah tidak asing dan merokok bebas dilakukan di mana saja.

PENGENDALIAN ROKOK
Sebenarnya perang terhadap rokok sudah dilakukan oleh berbagai orang baik individu maupun secara kelembagaan dan organisasi. Dan hasilnya setiap tanggal 31 Mei seluruh dunia merayakan World No Tobacco Day. Sejatinya, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan peraturan terbaru di mana setiap bungkus rokok harus disertai dengan peringatan “Rokok Membunuhmu” dan 40 % dari bungkus dicantumkan gambar dari efek merokok. Tetapi tetap saja jumlah perokok tidak berkurang. Menurut saya, peringatan tertulis seperti itu tidak ada gunanya jika tidak disertai dengan aksi. Kita harus bercermin dengan kebijakan yang dilakukan kota Padang Pajang kawasan tanpa rokok, kawasan tertib rokok dan kawasan tanpa iklan rokok. Dalam pelaksanaanya pemerintah tidak berjalan sendiri, komponen masyarakat juga turut serta dalam sosialisai, montoring dan penerapan peraturan. Jika pemerintah pusat tidak berani mengambil atau mencabut perusahaan rokok setidaknya pemerintah bercermin pada yang dilakukan kota Padang Pajang. Selain kota Padang Pajang, Thailand juga bisa jadi panutan kita. Thailand disebut-sebut sebagai negara penanggulangan terbaik di dunia. Berhasilnya Thailand menenkan angka perokok karena regulasi tentang pengendalian yang cukup berjalan. Di antaranya peningkatan cukai rokok dan pemasangan gambar bahaya rokok pada bungkus rokok (sudah ditiru di Indonesia). Peningkatan cukai rokok juga diterapkan di Singapura di mana menyebabkan harga jual rokok naik. Jika harga jual rokok naik maka masyarakat khususnya kalangan bawah berpikir dua kali untuk membeli rokok. Menurut saya peraturan ini tidak akan berdampak pada kematian industri rokok dan pengangguran ribuan tenaga kerja. Karena kita bicara penanggulangan bukan pelarangan.

Bahaya Merokok
Rokok mengandung lebih dai empat ribu zat-zat dan dua ribu diantaranya telah dinyatakan berdampak tidak baik bagi kesehatan kita. Bahaya merokok sudah jelas tertera di bungkusan rokok. Rokok dapat menyebabkan kanker (85% kanker paru-paru dan berhubungan dengan kanker mulut,faring,laring,aesofagus,lambung,pankreas,mulut, saluran kencing, ginjal,ureter,kandung kemih dan usus), serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan. Bahaya dari rokok sudah jelas tertera di bungkus rokok. Dan yang lebih frontal lagi, “Rokok Membunuhmu”. Ya, bukan hanya membunuh diri sendiri saja. Rokok juga membunuh orang di sekitarmu. Tidak perlu pisau atau benda tajam lainnya. Tanpa Anda sadari asap rokok dari perokok aktif bisa mengganggu kesehatan bahkan membunuh orang di sekitarnya.

Source : Agola